Sunday, May 26, 2019

Efek Ancaman Jawaban Trombosit Turun Terlalu Rendah

Banyak yang khawatir ketika jumlah trombosit turun. Emangnya, apa ancaman trombosit rendah?


Banyak yang khawatir ketika jumlah trombosit turun Efek Bahaya Akibat Trombosit Turun Terlalu Rendah


Darah kita terdiri dari beberapa jenis sel. Sel-sel ini ‘berenang’ dalam cairan yang disebut plasma. Jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan trombosit (platelet).


Masing-masing komponen darah tersebut mempunyai kadar standar normalnya untuk sanggup menjalankan fungsinya dengan baik. Saat kadar atau jumlahnya turun bahkan terlampau rendah, maka timbullah efek membahayakan bagi kesehatan tubuh.


Jumlah trombosit normal berkisar 150.000 – 450.000 per mikroliter (mcL)darah. Trombosit rendah disebut trombositopenia. Kondisi ini sanggup berkisar dari ringan sampai berat, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Simak: Berbagai Penyebab Trombosit Turun yang Harus Diwaspadai


Apa fungsi trombosit sehingga menjadikan efek berbahaya ketika kadarnya rendah?


Ketika kulit terluka atau terkoyak sampai mengeluarkan darah, maka trombosit dengan sigapnya membentuk gumpalan untuk menghentikan perdarahan tersebut. Jadi, ketika jumlah tombosit tidak mencukupi, maka gumpalan tersebut tidak terbentuk sehingga menjadikan perdarahan yang tak kunjung berhenti.


Pada kasus-kasus ringan, ibarat ketika jumlah trombosit yang rendah disebabkan oleh kehamilan, maka biasanya tidak menjadikan gejala. Sedangkan pada kasus yang lebih parah, sanggup menimbulkan perdarahan yang tidak terkendali sehingga membutuhkan perhatian medis segera.


Pendarahan yang berbahaya sanggup terjadi ketika jumlah trombosit turun di bawah 10.000 per mikroliter. Meskipun jarang, trombositopenia parah sanggup menimbulkan pendarahan ke otak, yang sanggup berakibat fatal.


Selengkapnya, inilah efek ancaman akhir trombosit rendah:



  • Purpura. Memar pada kulit yang terlihat kemerahan, ungu, atau kecoklatan.

  • Petechiae (ptekie). Ruam dengan bintik merah atau ungu kecil.

  • Mimisan. Perdarahan yang berasal dari pembuluh di hidung yang sifatnya lebih ringkih sehingga gampang berdarah ketika trombosit rendah

  • Gusi berdarah. Jaringan gusi mempunyai pembuluh darah yang banyak sehingga rentan mengalami perdarahan ketika trombosit turun.

  • Luka. Berdarah lantaran luka sanggup berlangsung dalam waktu usang atau bahkan terkadang tidak berhenti dengan sendirinya.

  • Perdarahan menstruasi yang berat. Saat haid, terjadilah peluruhan lapisan permukaan rahim (endomterium) sehingga apabila trombosit rendah, maka pendarahan tak kunjung berhenti.

  • Perdarahan dari dubur. Anus juga kaya akan pembuluh darah dan lapisannya relatif lebih tipis, terlebih pada penderita wasir.

  • BAB berdarah. Darah juga gampang keluar dari kanal cerna ketika trombosit rendah, mulai dari lambung sampai anus. Hal ini sanggup terlihat dari feses yang berwarna hitam ataupun kemerahan.

  • Kencing berdarah. Saat trombosit begitu rendah, maka ancaman selanjutnya yaitu terlihatnya darah pada urin. Mungkin berasal dari ginjal atau kanal kemih setelahnya.


Semua problem perdarahan di atas akan sangat berbahaya jikalau tidak mendapat derma sesegera mungkin. Betapa tidak, dengan banyaknya darah yang keluar, badan sanggup mengalami anemia, kekurangan oksigen, bahkan stress berat yang membahayakan nyawa.


Itulah mengapa, banyak kasus-kasus dengan trombosit turun drastis yang disertai tanda perdarahan, contohnya pada demam berdarah (DBD) banyak yang tidak tertolong ketika terlambat mendapat perawatan medis.


Apa pengobatan dan perawatan untuk trombosit yang rendah?


Perawatan untuk jumlah trombosit yang rendah tergantung pada penyebab dan tingkat keparahanya. Jika kondisinya masih ringan, dokter mungkin akan menunda perawatan dan hanya dilakukan pemantauan.


Sambil menyarankan hal-hal yang sanggup mencegah semoga kondisinya tidak semakin memburuk dan mencegah ancaman yang sanggup ditimbulkan. Beberapa anjurannya yaitu:



  • menghindari olahraga kontak

  • menghindari acara dengan risiko tinggi terhadap pendarahan atau memar

  • membatasi konsumsi alkohol

  • menghentikan atau mengganti obat yang memengaruhi trombosit, termasuk aspirin dan ibuprofen.


Jika jumlah trombosit begitu rendah, maka dibutuhkan perawatan medis yang meliputi:



  • transfusi darah atau trombosit

  • mengubah obat yang menimbulkan jumlah trombosit yang rendah

  • terapi steroid

  • terapi imunoglobulin

  • obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh

  • operasi pengangkatan limpa


Ingat, tidak semua orang dengan jumlah trombosit rendah mengalami kondisi berbahaya dan membutuhkan perawatan. Bahkan pada beberapa kasus, alhasil membaik seiring berjalannya waktu sampai trombosit kembali normal.


Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda ketika diketahui bahwa jumlah trombosit turun di bawah normal atau ketika mengalami tanda-tanda ancaman ibarat di atas.


No comments:

Post a Comment