Monday, March 18, 2019

Kenali Tanda-Tanda Paru-Paru Lembap Dan Pengobatan Yang Sanggup Dilakukan

Jangan terkecoh, tanda-tanda paru-paru lembap seringkali mirip dengan tanda-tanda flu. Kenali gejalanya lebih dalam.


paru lembap seringkali mirip dengan tanda-tanda flu Kenali Gejala Paru-paru Basah dan Pengobatan yang Dapat Dilakukan


Paru-paru lembap atau pneumonia ialah infeksi yang menjadikan peradangan pada kantung udara di satu atau kedua paru-paru. Penyakit infeksi ini merupakan salah satu penyumbang ajal terbanyak di sejumlah negara, terutama pada kelompok balita.


Disebut dengan paru-paru lembap lantaran infeksi ini sanggup mengakibatkan kantung udara kecil di dalam paru-paru (alveoli) dipenuhi dengan cairan atau bahkan nanah. Penyebabnya sendiri lebih sering berasal dari infeksi bakteri. Dan dalam sejumlah kasus lainnya disebabkan oleh virus, jamur sampai organisme mirip basil yang disebut dengan Mycoplasma pneumoniae.


Tanda-tanda atau tanda-tanda paru-paru lembap bervariasi antar individu dan berkisar dari ringan sampai berat. Ini semua tergantung pada sejumlah faktor mirip jenis kuman penyebab infeksi, usia sampai kondisi kesehatan keseluruhan dari penderitanya.


Berikut beberapa tanda-tanda paru-paru lembap yang umum terjadi


paru lembap seringkali mirip dengan tanda-tanda flu Kenali Gejala Paru-paru Basah dan Pengobatan yang Dapat Dilakukan


1. Batuk


Paru-paru lembap yang disebabkan oleh basil biasanya akan ditandai dengan tanda-tanda batuk persisten disertai dengan adanya dahak yang berwarna kehijauan, kuning atau bahkan sampai ibarat darah. Sementara kalau disebabkan oleh virus, penderitanya cenderung mengalami batuk kering atau hanya disertai dengan sedikit dahak.



2. Demam dan Menggigil


Selain batuk, tanda-tanda paru-paru lembap lainnya ditandai dengan demam tinggi sampai di atas 38,5°C – khususnya pada anak-anak.  Bahkan sering kali disertai pula dengan keringat cuek dan tubuh menggigil yang menandai adanya pertumbuhan basil dalam pemikiran darah.


3. Nyeri Dada


Peradangan yang terjadi pada paru-paru sanggup berimbas pada timbulnya rasa nyeri di dada. Rasa nyeri ini dikenal sebagai nyeri pleuritik, yakni nyeri tajam yang akan semakin memburuk dikala menarik napas dalam-dalam atau dikala batuk. Pola napas pun menjadi lebih cepat, dangkal dan terkadang berbunyi ‘ngik-ngik’ (mengi).


4. Kebingungan dan Warna Kulit Membiru


Saat sistem kekebalan tubuh sudah semakin lemah dan tak bisa lagi melawan infeksi yang ada, maka akan berujung pada komplikasi berbahaya yang disebut dengan sepsis. Dalam kondisi mirip ini, produksi urine dan tekanan darah akan turun secara drastis.


Selain itu, penderitanya – terutama orang tua, juga akan mengalami delirium atau kebingungan yang parah serta sianosis atau timbulnya warna kebiru-biruan pada kulit dan selaput lendir sebagai menunjukan dari minimnya kadar oksigen dalam darah.


5. Gejala Tidak Spesifik


Seperti halnya orang dewasa, bayi maupun bawah umur yang menderita paru-paru lembap mungkin juga mengalami demam tinggi, menggigil dan kesulitan bernapas. Namun perhatikan pula beberapa tanda-tanda lain yang kurang spesifik dan bisa saja terjadi.


Beberapa diantaranya mirip kehilangan nafsu makan, mengalami dehidrasi, menjadi lebih rewel dan sering menangis, nampak sangat lemah, mual, muntah atau diare, kulit pucat dan sekujur tubuh terasa sakit.


Diagnosis dan Pengobatan Paru-Paru Basah


Diagnosis paru-paru lembap diawali dengan wawancara medis dan investigasi fisik secara pribadi yakni dengan memakai stetoskop untuk mengetahui kondisi paru-paru. Jika dicurigai mengalami paru-paru basah, maka untuk memastikannya dibutuhkan beberapa investigasi penunjang, misal seperti:



  • Tes darah.

  • Foto rontgen dada.

  • Oksimetri nadi.

  • Tes darah.


Untuk pasien yang berusia lebih dari 65 tahun atau mempunyai tanda-tanda maupun kondisi kesehatan yang serius, maka kemungkinan dibutuhkan investigasi pelengkap lainnya, yakni dengan CT scan atau investigasi kultur cairan pleura untuk mendapat gambar paru-paru yang lebih detail sekaligus memilih jenis infeksinya.


Pengobatan paru-paru lembap sendiri dilakukan menurut pada jenis infeksi penyebab, tingkat keparahan, usia dan kondisi kesehatan penderita. Namun umumnya meliputi tunjangan antibiotik (untuk mengobati pneumonia bakteri), obat batuk dan obat penurun demam atau pereda nyeri mirip aspirin, ibuprofen atau paracetamol.


Di samping itu, pasien juga diharuskan untuk melaksanakan beberapa perubahan gaya hidup yakni dengan banyak beristirahat, minum banyak cairan, tidak melaksanakan aktivitas yang berlebihan serta mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter secara teratur.


Untuk pasien dengan tanda-tanda lebih serius misal telah mengalami komplikasi sepsis mirip mengalami kebingungan yang parah dan penurunan fungsi ginjal, maka dibutuhkan perawatan intensif di rumah sakit disertai dengan pemasangan alat bantu pernapasan atau ventilator.




No comments:

Post a Comment